Showing posts with label Cerita Inspiratif. Show all posts
Pada awal kelas filsafat di sebuah universitas, profesor berdiri dengan
beberapa item yang terlihat berbahaya di mejanya. Yaitu sebuah
toples mayonaisse kosong, beberapa batu, beberapa kerikil, dan
pasir. Mahasiswa memandang benda-benda tersebut dengan penasaran. Mereka
bertanya-tanya, apa yang ingin profesor itu lakukan dan mencoba untuk
menebak demonstrasi apa yang akan terjadi.
Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, profesor mulai meletakkan batu-batu kecil ke dalam toples mayonaisse
satu per satu. Para siswa pun bingung, namun profesor tidak memberikan
penjelasan terlebih dahulu. Setelah batu-batu itu sampai ke leher
tabung, profesor berbicara untuk pertama kalinya hari itu. Dia bertanya
kepada siswa apakah mereka pikir toples itu sudah penuh. Para siswa
sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.
Profesor itu lalu mengambil kerikil di atas meja dan perlahan
menuangkan kerikil tersebut ke dalam toples. Kerikil kecil tersebut
menemukan celah di antara batu-batu besar. Profesor itu kemudian
mengguncang ringan toples tersebut untuk memungkinkan kerikil menetap
pada celah yang terdapat di dalam stoples. Ia kemudian kembali bertanya
kepada siswa apakah toples itu sudah penuh, dan mahasiswa kembali
sepakat bahwa toples tersebut sudah penuh.
Para siswa sekarang tahu apa yang akan profesor lakukan selanjutnya,
tapi mereka masih tidak mengerti mengapa profesor melakukannya. Profesor
itu mengambil pasir dan menuangkannya ke dalam toples mayones. Pasir,
seperti yang diharapkan, mengisi setiap ruang yang tersisa dalam
stoples. Profesor untuk terakhir kalinya bertanya pada murid-muridnya,
apakah toples itu sudah penuh, dan jawabannya adalah sekali lagi : YA.
Profesor itu kemudian menjelaskan bahwa toples mayones adalah analogi
untuk kehidupan. Dia menyamakan batu dengan hal yang paling penting
dalam hidup, yaitu : Kesehatan, pasangan anda, anak-anak anda, dan semua
hal yang membuat hidup yang lengkap.
Dia kemudian membandingkan kerikil untuk hal-hal yang membuat hidup
anda nyaman seperti pekerjaan anda, rumah anda, dan mobil
anda. Akhirnya, ia menjelaskan pasir adalah hal-hal kecil yang tidak
terlalu penting di dalam hidup anda.
Profesor menjelaskan, menempatkan pasir terlebih dahulu di toples
akan menyebabkan tidak ada ruang untuk batu atau kerikil. Demikian pula,
mengacaukan hidup anda dengan hal-hal kecil akan menyebabkan anda tidak
memiliki ruang untuk hal-hal besar yang benar-benar berharga.
Pesan Moral : Perhatikan segala sesuatu yang penting
demi kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. Luangkan waktu untuk
bersama dengan anak-anak dan pasangan anda. Selesaikan pekerjaan anda
ketika anda berada di kantor, jangan saat anda sedang berkumpul dengan
keluarga. Dendam terhadap seseorang tidak akan bermanfaat untuk anda.
Dapatkan prioritas anda sekarang dan bedakan antara batu, kerikil, dan
pasir.
Batu, kerikil, dan pasir
Disebuah toko sepatu dikawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota,
Nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang
indah. Dari tadi dia Nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia
menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya,
haknya yang tinggi.
Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.
“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.
Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.
“Apa menariknya menjadi sandal jepit?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainnya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.
Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata “Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya ditempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”. Sandal jepit berhenti sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.
“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di dalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu? Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang special. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”, Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.
“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.” Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.
“Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya. Sandal jepit tersenyum dengan bijak “Sahabatku! Ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”.
Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu.
“Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikan pun manusia mengajakku dan meninggalkanmu”.
Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan “Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”.
Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.
“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.
Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.
“Apa menariknya menjadi sandal jepit?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainnya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.
Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata “Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya ditempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”. Sandal jepit berhenti sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.
“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di dalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu? Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang special. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”, Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.
“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.” Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.
“Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya. Sandal jepit tersenyum dengan bijak “Sahabatku! Ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”.
Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu.
“Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikan pun manusia mengajakku dan meninggalkanmu”.
Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan “Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”.
Kisah Sepatu Dan Sandal Jepit
Bila Anda sering merasa
banyak yang hilang dari kehidupan Anda, percayalah, tidak ada kehilangan yang
benar-benar hilang. Seperti kisah
inspirasi ini...
Pada suatu masa, di sebuah pedesaan China, hidup seorang pria tua dan keluarganya. Pria tersebut mengolah sebuah kebun dan memiliki beberapa hewan peliharaan, salah satu peliharaannya adalah seekor kuda jantan. Suatu ketika, kuda yang dimiliki pria tua tersebut hilang. Beberapa tetangga mengatakan sempat melihat kuda tersebut berlari melewati batas daerah yang tidak boleh dilewati oleh warga desa. Pria tua itu menjadi sedih, tetapi dia mengatakan, "Tidak apa, barangkali kejadian ini bukan sesuatu yang buruk dan siapa tahu akan datang sesuatu yang baik."
Setelah hari berganti hari, pada malam hari, pria tua itu dikejutkan dengan suara kuda. Dia langsung bangkit dan melihat ke arah luar rumah, tampak kudanya yang hilang telah kembali dan membawa seekor kuda betina entah milik siapa yang menjadi pasangannya. Tentu saja, seperti peraturan di desa itu, kuda yang tidak diketahui pemiliknya atau liar akan menjadi milik mereka yang menemukan. Para tetangga memberi selamat pada pria tua yang telah mendapatkan kembali kudanya serta tambahan satu kuda secara cuma-cuma.
Pada suatu masa, di sebuah pedesaan China, hidup seorang pria tua dan keluarganya. Pria tersebut mengolah sebuah kebun dan memiliki beberapa hewan peliharaan, salah satu peliharaannya adalah seekor kuda jantan. Suatu ketika, kuda yang dimiliki pria tua tersebut hilang. Beberapa tetangga mengatakan sempat melihat kuda tersebut berlari melewati batas daerah yang tidak boleh dilewati oleh warga desa. Pria tua itu menjadi sedih, tetapi dia mengatakan, "Tidak apa, barangkali kejadian ini bukan sesuatu yang buruk dan siapa tahu akan datang sesuatu yang baik."
Setelah hari berganti hari, pada malam hari, pria tua itu dikejutkan dengan suara kuda. Dia langsung bangkit dan melihat ke arah luar rumah, tampak kudanya yang hilang telah kembali dan membawa seekor kuda betina entah milik siapa yang menjadi pasangannya. Tentu saja, seperti peraturan di desa itu, kuda yang tidak diketahui pemiliknya atau liar akan menjadi milik mereka yang menemukan. Para tetangga memberi selamat pada pria tua yang telah mendapatkan kembali kudanya serta tambahan satu kuda secara cuma-cuma.
Setelah waktu berjalan,
anak laki-laki dari pria tua tersebut mulai berlatih untuk naik ke atas
punggung kuda dan memacu kuda tersebut di sekitar area perkebunan. Sayangnya,
pada suatu hari, anak laki-laki itu jatuh dari atas punggung kuda dan mengalami
cedera kaki yang sangat parah. Perlu waktu lama untuk sembuh, tetapi sekalipun
telah sembuh, anak laki-laki itu tidak bisa berjalan normal. "Tidak
apa-apa, nak" ujar si pria tua, "Mungkin hal ini akan mendatangkan
sesuatu yang lebih baik untuk mu,"
Dan seperti kejadian sebelumnya, si pria tua merasakan
kembali sesuatu yang baik tersebut. Pada masa itu adalah masa perang, semua
anak laki-laki di desa wajib memanggul senjata dan bertempur di medan perang.
Tetapi karena cacat, anak laki-laki sang pria tua tetap di desa dan bekerja
mengolah kebun. Tidak ada yang disesali, karena anak laki-laki itu juga
bersikap sama seperti ayahnya, dia percaya akan ada hikmah di balik kejadian
buruk yang menyebabkan dia kehilangan cara berjalan yang normal.
Tahun berganti tahun. Perang telah berakhir dan para anak laki-laki yang bertempur kembali ke desa. Ternyata hanya beberapa yang kembali, karena kebanyakan dari mereka ternyata tewas di medan perang. Sang pria tua sedikit bersyukur karena anak laki-lakinya tetap dalam kondisi sehat dan semakin pintar mengurus perkebunan. Sehingga, tidak ada yang perlu disesali karena bagi keluarga tersebut, kebahagiaan tidak hanya dinilai pada saat sesuatu terjadi, tetapi juga pada masa-masa setelahnya.
Sahabat, hikmah dari cerita tersebut kita harus belajar bahwa setiap kali kita merasa kehilangan, sesungguhnya apa yang kita tangisi tidak benar-benar hilang, karena pada saat yang tidak akan kita sangka, kita akan mendapatkan hikmah dari rasa kehilangan tersebut. Kita akan merasakan kebahagiaan lebih berlipat jika kita pernah merasakan kehilangan. Tetapi rasa bahagia itu akan datang saat kita bisa melepaskan dengan rela apa yang telah hilang, tidak dengan meratapi atau menangisi terus-menerus.
Tahun berganti tahun. Perang telah berakhir dan para anak laki-laki yang bertempur kembali ke desa. Ternyata hanya beberapa yang kembali, karena kebanyakan dari mereka ternyata tewas di medan perang. Sang pria tua sedikit bersyukur karena anak laki-lakinya tetap dalam kondisi sehat dan semakin pintar mengurus perkebunan. Sehingga, tidak ada yang perlu disesali karena bagi keluarga tersebut, kebahagiaan tidak hanya dinilai pada saat sesuatu terjadi, tetapi juga pada masa-masa setelahnya.
Sahabat, hikmah dari cerita tersebut kita harus belajar bahwa setiap kali kita merasa kehilangan, sesungguhnya apa yang kita tangisi tidak benar-benar hilang, karena pada saat yang tidak akan kita sangka, kita akan mendapatkan hikmah dari rasa kehilangan tersebut. Kita akan merasakan kebahagiaan lebih berlipat jika kita pernah merasakan kehilangan. Tetapi rasa bahagia itu akan datang saat kita bisa melepaskan dengan rela apa yang telah hilang, tidak dengan meratapi atau menangisi terus-menerus.
Link : http://www.kisahinspirasi.com/2012/09/kisah-inspirasi-hikmah-dari-kehilangan.html
Kisah Inspirasi : Hikmah Dari Kehilangan
“Jangan bersikap buruk, sebab kelak kamu
akan sangat menyesalinya, Nak. Orang akan selalu mengingat perbuatan
kita yang salah”, ucapan itu terngiang kembali pada pendengaran pemuda
itu, meski ibunya telah mengucapkannya bertahun-tahun yang lalu,
Saat ia masih tinggal di kampung dulu.
Hingga beberapa waktu yang lalu, pemuda itu bahkan tidak mengerti
mengapa ibunya selalu mengucapkan kata-kata yang sama. Bukan hanya satu
atau dua kali saja, namun ibunya kerap mengucapkan kata-kata ini setiap
kali ia memberi nasehat atas sikapnya yang kadang kurang baik pada
pandangan si ibu.
Pemuda itu mengacuhkannya, sebab apalah
arti sebuah nasehat bagi pemuda yang sedang dalam masa-masa remaja, hal
ini bahkan kerap dianggap sebagai angin lalu saja. Berulangkali kali si
ibu memberi nasehat, berulangkali pula pemuda itu menganggapnya sebagai
angin lalu.
Sikap cerobohnya kerap menjadi alasan
mengapa pemuda itu sering dinasehati si ibu, hingga si ibu mengibaratkan
perbuatannya seperti dua cangkir minuman yang berbeda, yakni teh dan
kopi.
Meski begitu, pemuda itu masih saja
sering bertindak ceroboh. Sekali waktu, di malam hari ia lupa mengurung
induk dan anak ayamnya ke dalam kandang, hingga pada keesokan harinya
ketujuh anak ayam itu lenyap dimangsa musang dan hanya tinggal induknya
saja, padahal ibunya telah menyuruhnya mengerjakan hal tersebut
berulangkali sejak sore.
Lalu di lain waktu, ia juga tidak
menutup saluran air yang masuk ke kolam kecil milik ayahnya, hingga air
mengalir terus sepanjang malam dan menghanyutkan semua ikan tersebut ke
kolam lainnya milik orang lain di tempat yang lebih rendah dari kolam
ayahnya.
Kala itu, bukan hanya kolam ayahnya saja
yang ikannya terbawa air, namun dua kolam lainnya milik pamannya juga
kehilangan banyak ikan.
Tidak mendengar nasehat orangtua
Pada dasarnya ada banyak orang yang
ceroboh di dunia ini, dan itu bukan sebuah masalah yang besar, selama
mereka mau berubah dan mendengarkan nasehat orang di sekitarnya. Namun,
hal serupa tidak terjadi pada pemuda ini, bahkan setelah ia merantau dan
bekerja sebagai sekurity di sebuah kantor di kota.
Tugasnya memeriksa semua ruangan setelah pulang kantor dan mengunci pintu utama sebelum akhirnya pulang ke kontrakannya. Telah berulangkali ia diingatkan agar hati-hati dan memeriksa semua ruangan terlebih dahulu, agar kantor ditinggalkan dalam kondisi baik dan aman.
Tugasnya memeriksa semua ruangan setelah pulang kantor dan mengunci pintu utama sebelum akhirnya pulang ke kontrakannya. Telah berulangkali ia diingatkan agar hati-hati dan memeriksa semua ruangan terlebih dahulu, agar kantor ditinggalkan dalam kondisi baik dan aman.
Bukannya melakukan tugasnya dengan baik,
ia bahkan kerap tidak memeriksa setiap ruangan, sehingga beberapa lampu
seringkali ditinggalkan dalam kondisi tidak padam. Sore itu setelah
karyawan lainnya pulang, pemuda itu bergegas dan mengunci pintu utama,
tanpa memeriksa setiap ruangan dengan seksama.
Semua berjalan baik, hingga sejam
kemudian sebuah panggilan telepon dari atasannya mengatakan bahwa
seorang karyawan telah terkunci di kantor mereka.
Atasannya telah berada di kantor, juga
beberapa karyawan lainnya yang kebetulan sedang menikmati kopi di kafe
sebelah kantor mereka. Pemuda tersebut minta maaf dan mengakui
kesalahannya, sehingga ia tidak mendapatkan masalah berarti atas
kejadian tersebut. Namun, kejadian ini memberinya satu pelajaran
penting, yang tak lain adalah nasehat ibunya. “Ketika kamu berbuat baik,
maka hal tersebut serupa secangkir teh hangat yang sedap, saat diaduk
aromanya menenangkan dan warnanya tetap sama bahkan setelah lama.
Namun ketika kamu berbuat salah, maka
hal tersebut seperti secangkir kopi hitam, saat diaduk aromanya begitu
menggoda dan warnanya akan langsung keruh dan hitam, meskipun telah
sempat mengendap lama. Demikianlah orang akan selalu mengingat perbuatan
salahmu, Nak, meskipun telah lama berlalu.”
Nasehat ibunya benar-benar menjadi
kenyataan, sebab sejak hari itu pemuda tersebut selalu menjadi bahan
omongan pekerja di sana. Beberapa di antara mereka bahkan sering
menyindirnya dengan bercanda, jangan sampai meninggalkan dan mengunci
mereka di kantor, seperti karyawan sebelumnya.
Cerita teh dan kopi, dua cangkir dalam
nikmat yang berbeda ini mengajarkan kita bahwa pentingnya untuk selalu
mendengar nasihat Ibu kita.Sumber : http://www.sipolos.com/teh-dan-kopi/
Teh Dan Kopi, Dua Cangkir Dalam Nikmat Yang Berbeda
Jan Koum, pendiri WhatsApp,
lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia
16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal
sebagai “American Dream”.
Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia
nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah.
Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih
supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan
hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San
Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka
belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.
Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook
yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook
mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar
AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan
ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur
17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari
pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre.
Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya
uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka
perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.
Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya
yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”.
Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita
bahagia ini kepada ibunya.
Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yg dulu dapat jatah makan itu kini jadi TriliunerSumber : https://iphincow.com
Kisah Pendiri WhatsApp
Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama.
Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.
Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat
dahsyat & ukuran nya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan
meter.
Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ???
Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat
pada akar (BUKAN) pada batang, yang mana daripada itu, pohon bambu
sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang
ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.
MORAL OF THE STORY
Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.
Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.
Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan.
Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach
orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar
sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).
Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa
oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere &
gravitasi bumi.
Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas &
roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa
bobot, melayang ringan, & tanpa usaha keras.
Demikian pula dengan manusia, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN
adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan,
karena segala sesuatu terasa begitu BERAT & PENUH TEKANAN.
Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang
dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanan &
beban.
Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan &
beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus
atmosphere.
Buya Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup & kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”.
Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, ia akan merunduk, tetapi
setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan hidup
seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan & rintangan.
Maka jadilah seperti pohon bambu !!!
Fleksibilitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak
pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai & topan
menerpa.
Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak ada alasan untuk
terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi
pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam
kondisi yang paling sulit sekalipun.
Pastikan dalam hari hari kedepan, hidup kita akan *MENJULANG TINGGI
& menjadi PEMBAWA BERKAT* bagi sesama, seperti halnya pohon bambu.
Sumber : https://iphincow.com/
Sumber : https://iphincow.com/
Filosofi Pohon Bambu
Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam.
Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya.
Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang
duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya
ia sudah menunggu lama.
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya
.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.
Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.
“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”
“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.
Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..
Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.
=================================================
Saya ingin bertanya kepada Anda saat ini..
Sebetulnya, apakah alasan Anda untuk bekerja sangat keras dan mencari kesuksesan karir Anda?
Demi uang yang banyak? Atau sesungguhnya demi keluarga Anda?
Seringkali kita bekerja terlalu sibuk sehingga kita melupakan bahwa di akhir, keluargalah yang terpenting.
Tidak ada gunanya Anda sukses tapi pada akhirnya keluarga Anda telah meninggalkan Anda atau hubungan Anda dengan keluarga telah rusak.
Sesungguhnya, untung anak tersebut bicara dan komunikasi dengan orang tuanya untuk mencurahkan perasaannya.
Sering kali, anak cenderung diam dan bahkan tidak berbicara sama sekali tentang kondisinya kepada orang tua.
Ketika di tanya mereka hanya menjawab “Tidak ada apa-apa”
Bagaimana caranya Anda bisa menyelesaikan masalah jikalau Anda bahkan tidak tahu masalahnya dimana?
Hal ini sering kali terjadi pada anak dan khususnya terjadi pada anak di masa remaja.
Mereka merasa diabaikan/ditinggalkan, tidak di cintai, tidak dihargai oleh orang tuanya sendiri..
Pertanyaan berikutnya mungkin cukup berat untuk Anda..
“Menurut Anda, lebih baik Anda mencintai anak Anda atau Anak Anda merasa di cintai oleh Anda?”
Coba renungkan jawaban dari pertanyaan tersebut..
“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya
.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.
Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.
Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.
“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”
“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”
Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”
“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”
“Tapi papa..”
“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.
Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.
Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”
“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”
“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.
Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..
Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.
“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.
=================================================
Saya ingin bertanya kepada Anda saat ini..
Sebetulnya, apakah alasan Anda untuk bekerja sangat keras dan mencari kesuksesan karir Anda?
Demi uang yang banyak? Atau sesungguhnya demi keluarga Anda?
Seringkali kita bekerja terlalu sibuk sehingga kita melupakan bahwa di akhir, keluargalah yang terpenting.
Tidak ada gunanya Anda sukses tapi pada akhirnya keluarga Anda telah meninggalkan Anda atau hubungan Anda dengan keluarga telah rusak.
Sesungguhnya, untung anak tersebut bicara dan komunikasi dengan orang tuanya untuk mencurahkan perasaannya.
Sering kali, anak cenderung diam dan bahkan tidak berbicara sama sekali tentang kondisinya kepada orang tua.
Ketika di tanya mereka hanya menjawab “Tidak ada apa-apa”
Bagaimana caranya Anda bisa menyelesaikan masalah jikalau Anda bahkan tidak tahu masalahnya dimana?
Hal ini sering kali terjadi pada anak dan khususnya terjadi pada anak di masa remaja.
Mereka merasa diabaikan/ditinggalkan, tidak di cintai, tidak dihargai oleh orang tuanya sendiri..
Pertanyaan berikutnya mungkin cukup berat untuk Anda..
“Menurut Anda, lebih baik Anda mencintai anak Anda atau Anak Anda merasa di cintai oleh Anda?”
Coba renungkan jawaban dari pertanyaan tersebut..
Membeli Waktu
Salah satu hal tersulit yang bisa kita lakukan adalah melepas orang
yang begitu kita cintai menuju kematian. Cerita berikut ini bisa
membantu.
Pada masa-masa sebelum adanya pesawat terbang yang andal, kebanyakan
orang bepergian dari benua ke benua dengan kapal penumpang besar lintas
samudra. Saat kapal hendak berlayar, para penumpang akan berbaris di dek
kapal, di sisi dermaga di mana keluarga dan sahabat mereka berdiri.
Tatkala sirine uap berbunyi menandakan keberangkatan, mereka yang di
atas kapal dan mereka yang di dermaga melambai, memberikan ciuman dari
jauh, dan meneriakkan salam perpisahan sembari kapal perlahan menjauh.
Tak lama, kapal itu terlalu jauh bagi mereka yang di dermaga untuk
membedakan siapa-siapa di jajaran para penumpang yang masih berdiri di
dek, namun mereka masih melambai dan memandang.
Beberapa menit kemudian, perahu itu bahkan terlalu jauh untuk bisa
melihat kerumunan penumpangnya, namun masih saja orang-orang yang
mengasihi akan tetap di dermaga menatap kapal yang kian melenyap, dimana
orang yang mereka cintai berada.
Kemudian kapal akan mencapai suatu garis pembatas cakrawala, lalu
lenyap sama sekali. Namun, walaupun keluarga dan kawan di daratan tidak
bisa melihat orang yang mereka kasihi lagi, apalagi bicara atau
menyentuh mereka, mereka tahu bahwa orang yang mereka kasihi tidak
lenyap sepenuhnya. Mereka hanya pergi melintasi suatu garis, cakrawala,
yang memisahkan kita dari yang nan jauh disana. Mereka tahu bahwa mereka
akan berjumpa lagi.
Hal yang sama bisa dikatakan tatkala orang yang kita cintai
meninggal. Jika kita beruntung, kita berada di sisi pembaringan mereka,
memeluk mereka, dan mengucap salam perpisahan terakhir. Kemudian mereka
berlayar menuju samudra, yaitu kematian. Mereka makin memudar dari kita.
Pada akhirnya,mereka mencapai cakrawala, garis pembatas yang
memisahkan kehidupan ini dengan yang di luar sana. Setelah mereka
melewati garis itu, kita tidak bisa melihat mereka lagi, apalagi bicara
atau menyentuh mereka, namun kita tahu bahwa mereka belum lenyap sama
sekali.
Mereka hanya melewati suatu garis, kematian, yang memisahkan kita dari yang di luar sana. Kita akan bertemu satu sama lain lagi.
Cakrawala Kematian
Ada tiga
gaya, penampilan atau mode yang membuat wanita muslimah diancam tidak akan
mencium bau surga. Padahal bau surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.
Di antara penampilan yang diancam seperti itu adalah gaya wanita yang
berpakaian namun telanjang. Yang kita saksikan saat ini, banyak wanita
berjilbab atau berkerudung masih berpenampilan ketat dan seksi.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ
كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ
عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ
الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا
لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua
golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang
memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita
yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk
unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan
mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.”
(HR. Muslim no. 2128).
Tiga Sifat Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga
Dalam hadits di atas disebutkan beberapa sifat wanita yang diancam tidak mencium bau surga di mana disebutkan,
وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ
كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ
Yaitu para wanita yang: (1) berpakaian tetapi telanjang, (2) maa-ilaat
wa mumiilaat, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?
Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.
Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?
Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.
(1) Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:
1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.
3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.
Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:
1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.
3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.
(2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat
Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:
1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.
2- Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.
3- Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.
Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:
1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.
2- Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.
3- Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu.
(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring
Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).
Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99).
Mode Wanita Saat Ini …
Ada beberapa gaya yang bisa kita saksikan dari mode wanita muslimah saat ini yang diancam tidak mencium bau surga berdasarkan hadits di atas:
1- Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga kelihatan warna kulit.
2- Wanita yang berpakaian tetapi telanjang karena sebagian tubuhnya terbuka dan lainnya tertutup.
3- Wanita yang biasa berhias diri dengan menyisir rambut dan memakerkan rambutnya ketika berjalan dengan berlenggak lenggok.
4- Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul).
5- Wanita yang memakai wangi-wangian dan berjalan sambil menggoyangkan pundak atau bahunya.
Semoga Allah memberi petunjuk pada wanita muslimah untuk berpakaian yang sesuai petunjuk Islam. Karena penampilan seperti ini yang lebih menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat.
Ada beberapa gaya yang bisa kita saksikan dari mode wanita muslimah saat ini yang diancam tidak mencium bau surga berdasarkan hadits di atas:
1- Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga kelihatan warna kulit.
2- Wanita yang berpakaian tetapi telanjang karena sebagian tubuhnya terbuka dan lainnya tertutup.
3- Wanita yang biasa berhias diri dengan menyisir rambut dan memakerkan rambutnya ketika berjalan dengan berlenggak lenggok.
4- Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul).
5- Wanita yang memakai wangi-wangian dan berjalan sambil menggoyangkan pundak atau bahunya.
Semoga Allah memberi petunjuk pada wanita muslimah untuk berpakaian yang sesuai petunjuk Islam. Karena penampilan seperti ini yang lebih menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat.
3 Gaya Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga !
kisah Ainul Mardiah diceritakan dalam hadits Nabi riwayat Tirmidzi.
Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan hati.
ketika pagi hari di bulan ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berhijab) kepada pasukan Islam.
nabi pun bersabda, "sesungguhnya orang yang mati shadid karena Allah, maka Allah akan menganuggerahkannya Aiunul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga".
salah satu sahabat yang masih muda mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun karena maalu kepada Nabi dan sahabat-sahabt yang lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardiah.
Wakti Zuhur sebentar lagi, sesuai sunnah Rasul, para sahabat dipersihlahkan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perannya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.
Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sanagt indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut,"Dimanakah ini ?"
"Inilah surga." jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah ?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah.
Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristerahat di bawah pohon yang rindang itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu.
Pemuda itu bertanya. "Apakah Anda Ainul Mardhiah ?"
"Bukan saya ini penjaganya. Kalau anda ingin bertemunya di sanalah singgasannya.
Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailahke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan.
Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah ?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan samapailah ke mahligai yang ditunjukkan, didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya daan sangat pemalu.
Pemuda itu pun bertanya." Apakah Anda Ainul Mardhiah ?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah" pemuda itu pun mendekat, tetapi Aiunul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukanmseorang yang mati syahid.
Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semnagatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun Akhrinya mati syahid.
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah". (HR. TIRMIDZI)
Setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan hati.
ketika pagi hari di bulan ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berhijab) kepada pasukan Islam.
nabi pun bersabda, "sesungguhnya orang yang mati shadid karena Allah, maka Allah akan menganuggerahkannya Aiunul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga".
salah satu sahabat yang masih muda mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun karena maalu kepada Nabi dan sahabat-sahabt yang lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardiah.
Wakti Zuhur sebentar lagi, sesuai sunnah Rasul, para sahabat dipersihlahkan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perannya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi.
Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sanagt indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ia pun bertanya kepada wanita tersebut,"Dimanakah ini ?"
"Inilah surga." jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini bertanya lagi, "Apakah Anda Ainul Mardhiah ?".
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah.
Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang beristerahat di bawah pohon yang rindang itu."
Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu.
Pemuda itu bertanya. "Apakah Anda Ainul Mardhiah ?"
"Bukan saya ini penjaganya. Kalau anda ingin bertemunya di sanalah singgasannya.
Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailahke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan.
Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah Anda Ainul Mardhiah ?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu."
Pemuda itu pun beranjak dan samapailah ke mahligai yang ditunjukkan, didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya daan sangat pemalu.
Pemuda itu pun bertanya." Apakah Anda Ainul Mardhiah ?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiah" pemuda itu pun mendekat, tetapi Aiunul Mardhiah menghindar dan berkata, "Anda bukanmseorang yang mati syahid.
Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semnagatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun Akhrinya mati syahid.
Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah". (HR. TIRMIDZI)
Ainul Mardhiah, wanita tercantik di surga ?
Sekitar Dunia Unik – Lazimnya, mahar atau mas kawin berupa benda-benda yang bermanfaat,
semisal emas perhiasan atau seperangkat alat sholat (bagi Muslim). Namun hal
ini tidak berlaku bagi seorang ayah di Uni Emirat Arab (UEA), untuk
mempersunting putrinya, ia diduga meminta mas kawin berupa segelas kopi Arab
dan sebutir kurma.
Demi
membantu meringankan beban biaya menikah bagi kaum pria di UEA, seorang ayah
yang baik hati yang memiliki enam orang putri, rela memberikan syarat mahar
yang sangat murah tersebut. Demikian sebuah kisah yang belum lama ini beredar
luas di media sosial.
Seperti
dilansir televise Al-Arabiya, Minggu (8/5), persyaratan mahar yang terlampau
berat dari segi biaya telah mempersulit kaum pria yang hendak menikah. Kondisi
ini mau tidak mau memaksa kaum pria lebih memilih menikahi perempuan asing.
Nilai
maksimal mahar yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Presiden UEA, Zayed,
menetapkan biaya untuk menikah mencapai USD 5.400 atau Rp. 72 juta dan Rp. 107
juta harus disiapkan jika mereka akan bercerai, demikian harian setempat, The
National mengabarkan.
Melalui kesepakatan
masing-masing, tidak sedikit juga keluarga lain yang membayar mas kawin sebesar
Rp. 2,6 miliar. Kini semakin banyaknya pernikahan mewah dengan biaya selangit
semakin membuat khawatir banyak kalangan.
Pada tahun
2012, sebuah panitia penyelenggara pernikahan mengatakan kepada koran lokal,
Gulf News, rata-rata warga UEA menghabiskan dana pernikahan senilai Rp. 1
miliar untuk pesta pernikahan, sedangkan untuk orang asing hanya Rp. 266 juta
saja.
Pada tahun
1991, akhirnya pemerintah UEA mengambil langkah untuk membuat semacam program
bantuan Dana Pernikahan. Dan sampai pada tahun lalu, dana senilai USD 40 juta
atau Rp. 533 miliar untuk membantu 400 pasangan menikah, sudah digelontorkan
untuk memuluskan jalannya program ini.
Delapan
puluh tujuh responden mengatakan mahalnya biaya menikah menjadi penyebab
rendahnya angka pernikahan di UEA, demikian hasil sebuah survey dari
pemerintah.









